Jumat, 05 Juli 2019

DIAM DIAM KU MENJADIKANMU SEBUAH TUJUAN.


“ mengenang mantan sah-sah saja, tapi jangan keseringan. Karena mengenang adalah pekerjaan pensiunan[1]. Begitulah kira-kira kutipan dari budayawan kondang sekaligus dalang nyentrik yaitu Sudjiwo Tejo. Banyak orang yang takut akan kesepian hati dikarenakan terlalu sering mengalami yang namanya patah hati, ada pula penyebabnya karena ia  terus mendamba seseorang yang sulit dihilangakan dari hatinya lalu ia merasa sebagai seseorang yang paling tersakiti karena bayangan yang tak mampu hilang dari dalam hatinya. Entahlah, hati manusia memang angkuh untuk mengerti, ironisnya pada perasaan yang tak beranjak pergi dari hati yang telah berlalu bisa merubah seseorang tak ingin mencoba tantangan baru dengan belajar dari hal-hal yang sudah berlalu. Tak mampu mengerti bagaimana sepi ini akan berlalu tanpa dia yang selalu ia rindukan. Sebenarnya, disisi lain sepi bukanlah tentang sendiri karena lebih dari itu sepi-sepi yang sebenarnya adalah berdua tapi tak saling mengerti dan berdua tapi tak mampu memahami.

Memang tak dapat dipungkiri bahwa pada era dimasa sekarang ini kebanyakan anak muda telah mengalami fase dimana ia berpacaran kemudian pada akhirnya gagal ditengah jalan sebelum mencapai pada titik pernikahan seperti janji-janji yang sering mereka obrolkan dikala duduk berduaan. Doa dan omong kosongpun sulit dibedakan, komitmen hubunganpun di umbar di instragram hingga ketika dihadapkan kepada kenyataan merekapun cemas beserta penyesalan biasanya menghampiri seolah-olah menyerang pikiran, lupa makan, mood berantakan, dan yang lebih kronisnya lagi bisa menyebabkan kematian. Tapi bagai mereka yang tidak lebay-lebay amat, menganggap hal ini biasa saja mungkin karena  mereka masih berpegang teguh pada prinsip orang Bangladesh kuno yang berbunyi “mati satu tumbuh seribu” jadi disisi lain ini justru menguntungkanya. Oke, sekarang kita kembali focus ke petuah budayawan kondang tersebut, yaitu intinya “gagal move on” bahkan ada yang menyebutnya mereka itu bucin ( budak cinta) dan semenjak ada kata tersebut, manusia sekarang ini jarang menggunakan kata romantis.
Gagal move on…?  Sebenarnya apasih penyebabnya? Menurut curahan hati dari seorang teman saya sendiri yang kebetulan juga mengidap penyakit sulit membersihkan kenanganya dikarenakan ia telah merasakan sensasi kepo mantan dan yang lebih menyedihkan lagi ia terjebak pada kenyamanan tersebut hingga menjadi seperti mengidap penyakit yang kronis stadium akhir. Menurutnya bahwa sensasi kepo mantan memang betul-betul nagih. Maka tidak mengherankan jika teman saya ini sangat menikmati hal bodoh ini.
Saya terkadang tidak paham dengan pola pikir para pesakit cinta  yang memilih merasakan pedih berulang-ulang kali dengan sebuah jalan menyakitkan. Kepo mantan dengan segala kehidupan barunya. Begini, mereka kan sudah tau kalau aktivitas kepo mantan ini bisa bikin sakit hati. Akan tetapi, kenapa kok mereka jadi kayak ketagihan? lantas, melakukan hal tersebut seperti sebuah kebiasaan? Jadi, apa yang sebetulnya dia cari? rasa sakit tiada henti?
Sebetulnya, kepo lahir dari sebuah sikap yang sungguh mulia, yakni peduli dengan orang yang kita kenal. Sayangnya, rasa peduli ini kemudian cenderung terlalu mencari tahu soal hal-hal yang bikin kita penasaran. Saking tingginya rasa ingin tahu yang muncul, tidak jarang hal ini bisa menganggu dan menimbulkan masalah bagi orang lain. Ya. Memang betul, kalau rasa ingin tahu itu baik, sangat baik malah bagaimanapun juga. Hal inilah yang biasa membuat otak kita  terus berkembang setiap harinya.
Namun, kalau rasa ingin tahu ini menjadi obsesi. Hal ini perlu diwaspadai, karena terobsesi pada sesuatu juga ada baiknya bagi perkembangan “kemampuan” kita. Tapi, kalau hal ini justru menganggu aktivitas kita sehari hari bagaimana? Apalagi kalau sebenarnya rasa ingin tahu itu sendiri sudah menyimpan praduga dan kecurigaan, bukanya ketika sudah tau sesuatu kita menjadi tenang. Justru, hanya meninggalkan rasa resah dan gelisah.
Selanjutnya, yang bikin kepo mantan semakin menyebalkan, dia tidak lagi berbentuk kepedulian pada orang lain. Sebaliknya, rasa ingin tahu tersebut muncul karena kita ingin membandingkan hidup kita dengan hidup si mantan saat ini. Begitulah alih-alih sebagai bentuk peduli, sebetulnya kepo malah Cuma untuk fokus kediri sendiri. Bagi orang-orang yang sedang patah hati sepatah-patahnya. Kepo mantan adalah senjata andalan untuk memperjelas keyakinan di kepalanya. Keyakinan soal berbagai praduga yang rasa-rasanya memang butuh kepastian yang paling pasti. Meski sebetulnya si kepastian ini sungguh sudah jelas dan nggak perlu diperjelas lagi.
Sebenarnya kepo mantan ini dapat disembuhkan karena soal kepo mantan ini, biasanya dilakukan oleh orang-orang yang belum merasakan betul keamanan dalam hidupnya. Mungkin ada sebuah kejadian di masa lalu yang membuatnya terus menerus kepo untuk memuaskan rasa ingin tahu yang semu itu. inilah yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Supaya rasa aman dihidupnya betul-betul dapat dirasakan. Maka, cukupkanlah terus berhenti saja mencari informasi untuk semakin menyakiti diri sendiri. Apapun yang dia lakukan tidak seharusnya membuatmu sakit hati dan merasa sedih sendiri. Untuk apa semua rasa sakit itu? memangnya kalau kamu sakit dia bakal balik bersimpati dan menolongmu? Mungkin tidak ! memang benar apa kata Mohammad Ali ma’ruf  perihal cinta kita semua pemula[2]


[1] https://m.caping.co.id/news/detail/3065172
[2] Judul buku “ PERIHAL CINTA KITA SEMUA PEMULA”, karya Mohammad Ali Ma’ruf. Penerbit  MOJOK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar